TAMBA KANGEN

hmmmm…

Dumadakan rasane atiku makcleeeng…

embuh kena apa, ora ana angin, ora ana gludhug,  ngerti-ngerti aku ngrasakke…(jare Syahrini) sesuatu banget…

halah kok malah ora jelas ngene,,,

huupppp…. fyuuuhhh…. (ambegan)

suwe suwe aku ngerti,,,(walah, lola ya?) jebule aku ngrasakke kangen… (ihirrrr). ning kangenku iki mungkin wis ora wancine maneh. lha kok isa? lha ya isa, wong wis sinau kok. (hadheh nglantur lageeeee).

Tak akoni, aku kangen karo wong kang nate ana ing atiku…(weh? kok isa mlebu ati barang ya? amot pa? liwat ngendi gek an?). Sebut saja Mawar, lhoh???,,, sebut saja dia Hijau. Ya, aku kangen ama dia. seseorang yang lama tak ku dengar kabarnya. Seseorang yang sebenarnya aku ingin selalu mendengar kabarnya. Seseorang yang sesungguhnya tak ingin dia menjauhiku seperti sekarang ini. Tak tau kenapa, itu harus terjadi. Apa karena aku cantik? (appppaaah???!!!), atau karena aku terlalu manis untuk didekati? (astaghfirulloh..). hmmm, hanya Hijau dan Allah sajalah yang tau…

hmmm, sudahlah, gak usah mbahas alasan-alasan itu lagi. yang jelas, kita terskan saja rasa kangenku ini,

untuk mengikuti hasrat kangenku padanya, akupun googling, siapa tau dia bisa muncul di dunia Maya. karena dalam dunia nyata, dia memutuskan -dan aku pun menyepakatinya- untuk tidak saling kontak. Setelah sercing-sercing, akhirrrrrrnyaaa… pemirsyaahh…. KETEMU!!!!

ahh,,,,, legaaaaaa… banget. Ternyata ki jebule, dia jadi seorang penulis hebat (paling tidak menurut pendapatku). Dulu aku udah pernah baca-baca juga. Tapi karena saking lamanya (baca: saking lalen’e) aku baru inget akhir2 ini.

Dari tulisannya, rasa kangenku pun lumayan berangsur…(berangsur sembuh????). bukan. Berangsur tambah!!! Perasaan itu sangat jahat sekali padaku. Ora ngerti wayah tenan… Dadi tambah kangen, tambah pengen ngerti kabare, tambah pengen menyet HP (tentunya untuk segera memencet nomor tilpunnya dan berharap bisa ngobrol gitu).

Namun apa boleh buat, aku sudah ‘saguh’ dan sepakat dengan keputusannya, aku menghargainya. Hanya doa yang bisa aku selipkan dalam helah nafasku, semoga dia selalu baik-baik saja. Bagaimanapun juga, dia pernah mewarnai hidupku. Akankan aku lupa padanya? aku rasa, melupakan hal, seseorang, atau apapun yang pernah membuat kita lebih baik, itu adalah hal yang sangat jahat. Karena bagaimanapun juga, tanpa dia, itu, mereka – kita tidak akan bisa menjadi seperti ini. Tegar, sabar, pinter, lebih mengerti, dst. Oleh karena itu, aku tidak akan memilih menjadi orang jahat (takut dihukum permirsyaahhh). Jadi, aku tidak akan melupakannya.

Hmmm…

Kanthi nulis ana ing kene, aku bisa nyalurake kangenku. Nuwun mbah Internet,Mbah Google, lan mbah-mbah liyane sing ora bisa daksebut siji mbaka siji…

2 thoughts on “TAMBA KANGEN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s